Pistol di Rumah Bejo
TEMANGGUNG - Jumono (48), orang tua almarhum Wiwid Agus Siyanto (27), benar-benar shock atas peristiwa pembunuhan yang menimpa anaknya. Sebab, almarhum yang tinggal di Dukuh Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Temanggung itu adalah anak satu-satunya dan sedang berencana melangsungkan perkawinan pada akhir tahun ini.
Saat jenazah Agus dibawa pulang, Sabtu malam sekitar pukul 23.00, Jumono beberapa kali pingsan sehingga menambah suasana lebih menyedihkan.
Sampai di Dukuh Seman, jenazah langsung disemayamkan di Masjid. Setelah menjalani proses pemakaman, malam itu juga sekitar pukul 24.00 jenazah Agus langsung dimakamkan.
“Kami baru tahu kalau Agus tewas setelah Polisi menangkap Muteng (Mulyadi). Ini benar-benar keterlaluan, karena para pelaku (Mulyadi, Bejo, dan Sukur) adalah para tetangga sedesa juga teman akrab si AGUS,” kata sejumlah warga Dukuh Seman. motif pembunuhan yang dilakukan mereka diduga adalah salah paham
Saat polisi melakukan penggeledahan rumah Bejo, mereka menemukan pistol rakitan jenis Revolver dan 17 peluru aktif kaliber 5,56 serta sebuah pisau.
Namun pihak keluarga yang ditanyai petugas mengaku tidak tahu-menahu kalau Bejo menyimpan sejumlah barang berbahaya tersebut. Pistol yang ditemukan di rumah Bejo itu kini masih dalam penyelidikan.
…………..Tatkala seorang sahabat melukai kita, semestinya kita harus menulisnya diatas pasir, agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut, dan bila sesuatu yang luar biasa baik terjadi dari sahabat terhadap kita, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tulisan tersebut tidak bisa hilang tertiup angin.” Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Sikap saling memaafkan dan lupakan masalah yang telah lalu ada baiknya diterapkan dalam melangkah diatas waktu . Belajar menulis diatas pasir.gampang gampang susah memang..!
January 28th, 2007 at 8:20 pm
good for me……the last one…thx thox…